Kisah Pohon Tua


20.45 |



Suatu ketika, di sebuah padang, tersebutlah
sebatang pohon rindang. Dahannya rimbun
dengan dedaunan. Batangnya tinggi menjulang.
Akarnya,tampak menonjol keluar, menembus
tanah hingga dalam. Pohon itu, tampak gagah di
banding dengan pohon-pohon lain di sekitarnya.
Pohon itupun, menjadi tempat hidup bagi
beberapa burung disana. Mereka membuat
sarang, dan bergantung hidup pada batang-
batangnya. Burung-burung itu membuat lubang,
dan mengerami telur-telur mereka dalam
kebesaran pohon itu. Pohon itupun merasa
senang, mendapatkan teman, saat mengisi hari-
harinya yang panjang. Orang-orang pun
bersyukur atas keberadaan pohon tersebut.
Mereka kerap singgah, dan berteduh pada
kerindangan pohon itu. Orang-orang itu sering
duduk, dan membuka bekal makan, di bawah
naungan dahan-dahan. “Pohon yang sangat
berguna”, begitu ujar mereka setiap selesai
berteduh. Lagi-lagi, sang pohon pun bangga
mendengar perkataan tadi.
Namun, waktu terus berjalan. Sang pohon pun
mulai sakit-sakitan. Daun-daunnya rontok,
ranting-rantingnya pun mulai berjatuhan.
Tubuhnya,kini mulai kurus dan pucat. Tak ada
lagi kegagahan yang dulu di milikinya. Burung-
burung pun mulai enggan bersarang disana.
Orang yang lewat, tak lagi mau mampir dan
singgah untuk berteduh.
Sang pohon pun bersedih. “Ya Tuhan, mengapa
begitu berat ujian yang Kau berikan padaku ? Aku
butuh teman. Tak ada lagi yang mau
mendekatiku. Mengapa Kau ambil semua
kemuliaan yang pernah aku miliki?”, begitu ratap
sang pohon, hingga terdengar ke seluruh hutan.
“Mengapa tak Kau tumbangkan saja tubuhku,
agar aku tak perlu merasakan siksaan ini ? Sang
pohon terus menangis, membasahi tubuhnya
yang kering.
Musim telah berganti, namun keadaan belumlah
mau berubah. Sang pohon tetap kesepian dalam
kesendiriannya. Batangnya tampak semakin
kering. Ratap dan tangis terus terdengar setiap
malam, mengisi malam-malam hening yang
panjang. Hingga pada saat pagi menjelang.
“Cittt…cericirit…cittt”. Ah suara apa itu ? Ternyata,
ada seekor anak burung yang baru menetas.
Sang pohon terhenyak dalam lamunannya. Cittt…
cericirit…cittt, suara itu makin keras melengking.
Ada lagi anak burung yang baru lahir. Lama
kemudian, riuhlah pohon itu atas kelahiran
burung-burung baru. Satu…dua…tiga…dan empat
anak burung lahir ke dunia. “Ah, doaku di jawab-
Nya”, begitu seru sang pohon.
Keesokan harinya, beterbanganlah banyak
burung ke arah pohon itu. Mereka, akan
membuat sarang-sarang baru. Ternyata, batang
kayu yang kering,mengundang burung dengan
jenis tertentu tertarik untuk mau bersarang
disana. Burung-burung itu merasa lebih hangat
berada di dalam batang yang kering, ketimbang
sebelumnya. Jumlahnya pun lebih banyak dan
lebih beragam.“Ah, kini hariku makin cerah
bersama burung-burung ini”, gumam sang
pohon dengan berbinar.
Sang pohon pun kembali bergembira. Dan ketika
dilihatnya ke bawah, hatinya kembali
membuncah. Ada sebatang tunas baru yang
muncul di dekat akarnya. Sang Tunas tampak
tersenyum. Ah, rupanya, airmata sang pohon tua
itu, membuahkan bibit baru yang akan
melanjutkan pengabdiannya pada alam.
Moral cerita :
Allah memang selalu punya rencana-rencana
rahasia buat kita. Allah, dengan kuasaNya yang
maha tinggi dan maha mulia, akan selalu
memberikan jawaban-jawaban buat kita.
Walaupun kadang penyelesaiannya tak selalu
mudah di tebak, namun yakinlah, Allah tahu apa
yang terbaik buat kita.
Ketika dititipkan-Nya cobaan buat kita, di saat itu
diberikan-Nya kita karunia yang berlimpah. Ujian
yang diberikan-Nya, bukanlah harga mati,
bukanlah suatu hal yang tak dapat disiasati. Saat
Allah memberikan cobaan pada sang Pohon,
maka sesungguhnya Allah, sedang MENUNDA
memberikan kemuliaan-Nya. Allah tidak memilih
untuk menumbangkannya, sebab Dia
menyimpan sejumlah rahasia. Allah, sedang
menguji kesabaran yang dimilikinya.
Sahabat, yakinlah, apapun cobaan yang kita
hadapi, adalah bagian dari rangkaian kemuliaan
yang sedang dipersiapkan-Nya buat kita. Jangan
putus asa, jangan lemah hati. Allah, selalu
bersama orang-orang yang sabar.”


Baca juga Artikel ini :


0 komentar:

Posting Komentar