Belajar dari Dedaunan


20.45 |



Pada sebatang pohon kecil, hiduplah beberapa
daun yang tumbuh bersama. Di antara daun-
daun tersebut terdapat sebuah daun yang sangat
besar dan kuat. Daun itu diagung-agungkan
karena kekuatannya. Dialah yang dianggap
pelindung bagi daun-daun
lainnya dari badai, hujan, panas matahari yang
terik, dan bahaya lainnya.
Suatu ketika datanglah musim kemarau yang
panjang. Daun-daun di pohon kecil itu mulai layu
karena tidak mendapat air dan makanan. Daun
besar yang tadinya kuat dan besar mulai terlihat
keriput. Ia berusaha melindungi daun-daun
lainnya dari matahari yang bersinar sangat terik
sehingga daun2 sahabatnya itu tidak kehilangan
air lebih banyak lagi. Hari berganti hari, daun
besar itu sudah sampai pada puncak usahanya. Ia
mulai sobek-sobek sehingga sinar matahari mulai
menembusnya. Ia mulai kehilangan kekuatannya
dan daun-daun lainnya pun sudah mulai
mengabaikannya karena ia tidak kuat lagi seperti
dulu.
Beberapa hari kemudian daun besar itu merasa
tidak kuat lagi akhirnya ia berkata kepada teman-
temannya : Teman-teman aku tidak lagi
mempunyai kekuatan untuk melindungi kalian,
aku akan gugur. Selamat tinggal. Setelah berkata
demikian akhirnya daun besar itu pun gugurlah.
Musim kemarau terus berlanjut, daun-daun di
pohon kecil itu saling bertahan untuk hidup.
Mereka sama sekali sudah melupakan daun besar
yang telah berjasa melindungi mereka sehingga
mereka dapat bertahan sampai sekarang.
Musim kemarau tidak juga berakhir. Daun-daun
di pohon kecil itu sudah mulai kehilangan
harapan. Mereka merasa sangat kelaparan,
kehausan dan akan mati. Di saat mereka putus
asa, tiba tiba dirasakan adanya air dan makanan
dari tanah. Mereka
terheran-heran akan adanya keajaiban itu. Setelah
lama mencari-cari, mereka menyadarinya.
Mereka melihat bahwa daun besar itu sudah
membusuk dan
menghasilkan air dan sari makanan bagi mereka.
Akhirnya dengan air dan sari makanan dari daun
besar tadi, daun daun di pohon kecil itu berhasil
bertahan sampai musim hujan datang.
Daun-daun di pohon kecil itu sangat menyesal
karena telah melupakan daun besar itu. Padahal
sampai akhir hayatnya daun besar itu tetap
menjadi pahlawan bagi daun-daun lainnya.
Renungan bagi kita, Janganlah menilai seseorang
dengan penampilan dan kekuatannya.
Allah SWT memberikan bantuan kepada kita
melalui siapa saja bahkan melalui orang yang kita
anggap telah jatuh dan hina.
Ingatlah rencana Allah SWT itu ajaib dan tidak
pandang bulu terhadap semua hambanya.


Baca juga Artikel ini :


0 komentar:

Posting Komentar